Kisahnya mulai mempertanyakan kembali kemana dan bagaimana isi bab selanjutnya
Halamannya terisi namun tidak penuh
Halamannya berwarna namun monoton
Seperti ada yang kosong. Karena sepertinya bab mulai diisi dengan kisah yang mengalir saja.
Puji syukur suara hatinya selalu terdengar, Tuhan nya sungguh baik sehingga ia kadang hanya punya surga di daftar keinginannya.
Surga di benak, namun indranya masih tidak sejalan.
Kesalahan-kesalahan sadar terasa lebih bodoh dan tidak tahu diri.
Kemudian, dia mulai menolak bahwa sebenarnya ia tau asal kehampaan itu datang.
Isi hatinya seringkali tidak bermoral.
Kemudian berpikir, apakah dirinya benar-benar tidak normal?
Ingin sekali minta pulang dini, namun sadar surga tidak layak membuka pintu untuk dirinya
Jadi, mari
Kendalikan lagi rute seharusnya,
Bujuk rayu terus penciptanya, sehingga ia tetap sudi untuk terus memberi warna dan isi bab yang terasa menenangkan dan menggembirakan.