Minggu, 30 Mei 2021

Family Love

 Matamu cerminan berjuta pengalaman

Banyak angan yang tak kunjung tersampaikan

Dia memilih rintangannya sendiri

Tak adanya level mudah selama hidupnya


Panutanku untuk selalu memandang baik masa depan, walaupun sekarang terlihat samar nan hancur jika dipandang


Materi tak lagi punya arti disini

Keadaan telah mengajari semua ini hanya hiasan saja

Tak perlu gusar, tentang bagaimana hari esok?


Terlalu sering berada difase ujung tombak

mengajari aku juga untuk tetap tenang dan tetap berpikir positif


Tawakal orang bilang


Apapun hasil akhirnya, mungkin itu memang sudah jalanya

Jadi, untuk apa merasa gagal?


Maaf ku kadang merasa muak, akan karakter nya yang kadang tak sejalan


Sinar matanya, tarik senyum bibirnya, mengundang derai haru yang aku sendiri bingung bagaimana penggambaranya


Ikhlas ku jadi standar bahagiamu, jadi standar kepuasanmu dalam hal kebanggaan

Rela-ku melepas ego, untuk jadi apa sesuai mauku


i give my life for us, bapak dan mama yang sudah sekian kali jatuh bangun untuk terus berdiri dengan seluruh kemampuannya


Meminta waktu untuk terus ada, sampai semua harapnya di sini setidaknya bisa terasa

Selasa, 18 Mei 2021

Bukan Cerita Roman


 

Ada rasa diantara sela

Ada sela diantara kita


Aduh, ini bukan cerita roman

Kiat-kiat lupa malah jadi mengenang lara

Kemajuanmu, kerapuhanku


Sekali lagi, ini bukan cerita roman 


Biarkan angin membawanya pergi, 

Berharap mungkin saja bisa tersampaikan,

kesan pesan selama ini yang disimpannya rapih jauh di lubuk hati 


Kamu yg udah mampu berlari, aku yang masih belajar berdiri

Syukurku akan mengenalmu, masih akan terus terasa disini


Sekali lagi, ini bukan cerita roman

Senin, 26 April 2021

POV

Rendah bukan berati beda

Selagi tanah masih lapang, kita ada diposisi yg sama bukan?

Soal aturan, standar mana yang berlaku? 

Mengenai rendah-tinggi, luas-sempit, hitam-putih..?


Yang satu ringkih, Yang lainnya kebal rasa

Siapa yang salah? 


Rendah bukan berati boleh dipandang rendah

Tinggi bukan berati boleh di-agungkan

Berbeda bukan berati juga harus dibedakan.


Kawal terus toleransi, Pandang sesuatu dengan dua mata, biar pikiran makin luas terbuka


hmmm, okay!

Selamat Malam !

Selasa, 13 April 2021

~Kala itu~

Sore sendu yg selalu buat mata  panas ngeluarin emosinya, tahan tangis haru sendirinya. bapak lelah kayuh sepeda, beri anak kubik kecil yg lg jaman pada masanya. 

"yang kecil dulu ya, nanti baru dibeliin kubik yg asli" senyum menenangkan dikeluarkanya dari wajah dengan aura lelah dari keseharian. bahagianya si anak bukan karna akhirnya punya kubik, namun melihat usaha keras seseorang demi kebahagiaan dirinya. gada kata ga mampu buat giving something special, memberi pakai hati akan terasa masuk jauh ke lubuk hati.

Riang si anak mengambil kubik kecil yang dia sudah tau sebenarnya itu hanya gantungan kunci berbentuk kubik.

Andai dia tau senyum riangku sore itu untuk kebahagiaan dia juga... ini saja sudah cukup

segera berlari bawa gantungan kunci, sambil sesekali menyeka air mata dipipi, Terimakasih banyak....

Selasa, 23 Maret 2021

berhenti misuh

Selagi coki-coki masih bisa beli 2, nikmatin hidup seolah tanpa kendala

Kamu, Kita, Semua ternyata hiasan cuma-cuma

Sekecil apa bentuk semua ini dihadapan yang kuasa?

Malu Aku ingin lari dari dunia


Enjoy the life, seolah mati besok

Habiskan hari menangis minta ampun

Hampir kalut dibawa nafsu sendiri


Enjoy the life, seolah mati besok

Terima semua kesusahan, sambil cari-cari kebaikan



Terimakasih buat reader, tetaplah bernapas! See u

Minggu, 21 Maret 2021

bisik sampingan

Tau arah, lupa jalan

Tujuan jelas, caranya bias

Mencair dibawa alir,

aku merebah di alur panjang.

tak acuhkan angin, menghembus diri terbawa jauh


Aku hampir tersesat

Panik berlari kembali pulang

Curi waktu buat intropeksi

Seleksi hal penting dari yang terpenting

Mana dulu yang jadi prioritas?

Duniaku hilang bentuk,

Samar jalanya, kuserahkan pada Tuhan


ketika sabarnya jumpa batas,

waktunya buat bilang,

Ah yasudahlah..


keep breathing darling

Jumat, 29 Januari 2021

Perbaikan

Cacat sana sini

Tambal sana sini

Makin banyak kurangnya, lebih-nya mulai pudar

Mencari kemampuan, yang didapat kekurangan

Bukan masalah, bisa buat intropeksi


Penuh sembah Tuhan Yang Maha Esa

Menutup cacat ku dengan segala caranya

Tersungkur malu, ibarat hilang wajah 


Koreksi tiada henti, 

Ini diri kenapa begini?


'Bersyukur' sering kena abai,

Fokus pada tuntutan yang melambai


Tersungkur malu, ibarat hilang wajah


Minta mati cepat, lagak lupa tanggung jawab

Minta waktu panjang, menangis seharian


Sepenuhnya sadar, kata 'lebih' mungkin mustahil untuk hadir.


Penuh sembah Tuhan Yang Maha Esa

Menutup cacat ku dengan segala caranya

Rabu, 13 Januari 2021

Tenang riuh

Tenggelam dalam angan, menyisakan pilu belakangan.

Harap-Harap apa ada kesempatan.


Berlari jauh tinggalkan batas

Benak riuh bertanya, apakah pantas?


Tangis lirih hilang suara

Air mata siap jatuh dari ujung mata


Sesak.


Tidur sebagai pelarian, alih-alih mencari ketenangan


Mentari datang, siapkan diri bangun dari lelap

Sesak pun hilang, lalu kembali jalani hidup seolah tenang


Have a nice day !

Rabu, 30 Desember 2020

Keluh Akhir Tahun

Saya gasuka uang

Perkara uang,hidup saya jadi tidak tenang

Saya gasuka harapan

Perkara harapan orang jadi lupa kenyataan.

Kebutuhan keparat mengikat erat tiap jiwa-jiwa yang suntuk akan lingkaran setan berjalan

Sial, saya pun sudah terikat.

Adu argumen dengan batin sendiri

Kenapa begini?! 

Bukan kah hidup isinya pilihan? 

Lalu mengapa tak ada celah untuk saya memilih bebas jalan yang saya mau?

Saya paham soal resiko, dan saya terima itu.

Jadi tuhan..

Bisakah sekali ini sajaaa......??

Selasa, 15 Desember 2020

Enjoy

Realitanya, tidak ada hal yang perlu ditahan keberadaanya,

Karna setiap hal pasti punya masanya tersendiri.

Cukup jaga dan hargai apa yang ada saat ini

Dia, rumah, kebahagiaan, kesedihan, kehangatan suasana keluarga, bahkan pendirian yang belum juga menemukan sebagian jati dirinya.

Biarkan yang mengalir, amati semua perubahan, nikmati kesedihan-nya.

Karna semua ada masa-nya, biarkan semesta mengatur urusan-nya.



Jadi, apa kabar kamu malam ini?

Selasa, 29 September 2020

Angkat Tangan

Kebebasan adalah hak segala bangsa,

Bukan hak segala manusia.

Khususnya manusia yang masih dibawah tanggungan orang tua.

Mau apa, mau apa?

Baik saya turuti selagi saya bisa


Tahan napas, angkat bahu

Untuk ambil sikap seolah saya ini kuat


Mengorientasikan kebahagiaan saya ada apa pada kebahagiaan kalian, 

Dengan menganut tanpa membantah,

Menganut tanpa mengeluh.

Saya ditempa untuk kuat lahir utamanya batin.

Baik,terimakasih banyak

Aturan hidup dunia saya,bukan lagi kendali saya.

Terserah. I'll do best for everything. 

Thanks a lott.



*jangan dibanting, mudah pecah


Memuat Data Ulang

Aku macet ‎Balik ke arus lama, hampir ‎Terpengaruh suram milik sendiri ‎Perasaan suram ‎Ketidakpuasan ‎Kehausan ‎Keserakahan ‎ ‎Hamp...

Coba baca yang lain