Senin, 26 April 2021

POV

Rendah bukan berati beda

Selagi tanah masih lapang, kita ada diposisi yg sama bukan?

Soal aturan, standar mana yang berlaku? 

Mengenai rendah-tinggi, luas-sempit, hitam-putih..?


Yang satu ringkih, Yang lainnya kebal rasa

Siapa yang salah? 


Rendah bukan berati boleh dipandang rendah

Tinggi bukan berati boleh di-agungkan

Berbeda bukan berati juga harus dibedakan.


Kawal terus toleransi, Pandang sesuatu dengan dua mata, biar pikiran makin luas terbuka


hmmm, okay!

Selamat Malam !

Selasa, 13 April 2021

~Kala itu~

Sore sendu yg selalu buat mata  panas ngeluarin emosinya, tahan tangis haru sendirinya. bapak lelah kayuh sepeda, beri anak kubik kecil yg lg jaman pada masanya. 

"yang kecil dulu ya, nanti baru dibeliin kubik yg asli" senyum menenangkan dikeluarkanya dari wajah dengan aura lelah dari keseharian. bahagianya si anak bukan karna akhirnya punya kubik, namun melihat usaha keras seseorang demi kebahagiaan dirinya. gada kata ga mampu buat giving something special, memberi pakai hati akan terasa masuk jauh ke lubuk hati.

Riang si anak mengambil kubik kecil yang dia sudah tau sebenarnya itu hanya gantungan kunci berbentuk kubik.

Andai dia tau senyum riangku sore itu untuk kebahagiaan dia juga... ini saja sudah cukup

segera berlari bawa gantungan kunci, sambil sesekali menyeka air mata dipipi, Terimakasih banyak....

Selasa, 23 Maret 2021

berhenti misuh

Selagi coki-coki masih bisa beli 2, nikmatin hidup seolah tanpa kendala

Kamu, Kita, Semua ternyata hiasan cuma-cuma

Sekecil apa bentuk semua ini dihadapan yang kuasa?

Malu Aku ingin lari dari dunia


Enjoy the life, seolah mati besok

Habiskan hari menangis minta ampun

Hampir kalut dibawa nafsu sendiri


Enjoy the life, seolah mati besok

Terima semua kesusahan, sambil cari-cari kebaikan



Terimakasih buat reader, tetaplah bernapas! See u

Minggu, 21 Maret 2021

bisik sampingan

Tau arah, lupa jalan

Tujuan jelas, caranya bias

Mencair dibawa alir,

aku merebah di alur panjang.

tak acuhkan angin, menghembus diri terbawa jauh


Aku hampir tersesat

Panik berlari kembali pulang

Curi waktu buat intropeksi

Seleksi hal penting dari yang terpenting

Mana dulu yang jadi prioritas?

Duniaku hilang bentuk,

Samar jalanya, kuserahkan pada Tuhan


ketika sabarnya jumpa batas,

waktunya buat bilang,

Ah yasudahlah..


keep breathing darling

Jumat, 29 Januari 2021

Perbaikan

Cacat sana sini

Tambal sana sini

Makin banyak kurangnya, lebih-nya mulai pudar

Mencari kemampuan, yang didapat kekurangan

Bukan masalah, bisa buat intropeksi


Penuh sembah Tuhan Yang Maha Esa

Menutup cacat ku dengan segala caranya

Tersungkur malu, ibarat hilang wajah 


Koreksi tiada henti, 

Ini diri kenapa begini?


'Bersyukur' sering kena abai,

Fokus pada tuntutan yang melambai


Tersungkur malu, ibarat hilang wajah


Minta mati cepat, lagak lupa tanggung jawab

Minta waktu panjang, menangis seharian


Sepenuhnya sadar, kata 'lebih' mungkin mustahil untuk hadir.


Penuh sembah Tuhan Yang Maha Esa

Menutup cacat ku dengan segala caranya

Rabu, 13 Januari 2021

Tenang riuh

Tenggelam dalam angan, menyisakan pilu belakangan.

Harap-Harap apa ada kesempatan.


Berlari jauh tinggalkan batas

Benak riuh bertanya, apakah pantas?


Tangis lirih hilang suara

Air mata siap jatuh dari ujung mata


Sesak.


Tidur sebagai pelarian, alih-alih mencari ketenangan


Mentari datang, siapkan diri bangun dari lelap

Sesak pun hilang, lalu kembali jalani hidup seolah tenang


Have a nice day !

Rabu, 30 Desember 2020

Keluh Akhir Tahun

Saya gasuka uang

Perkara uang,hidup saya jadi tidak tenang

Saya gasuka harapan

Perkara harapan orang jadi lupa kenyataan.

Kebutuhan keparat mengikat erat tiap jiwa-jiwa yang suntuk akan lingkaran setan berjalan

Sial, saya pun sudah terikat.

Adu argumen dengan batin sendiri

Kenapa begini?! 

Bukan kah hidup isinya pilihan? 

Lalu mengapa tak ada celah untuk saya memilih bebas jalan yang saya mau?

Saya paham soal resiko, dan saya terima itu.

Jadi tuhan..

Bisakah sekali ini sajaaa......??

Selasa, 15 Desember 2020

Enjoy

Realitanya, tidak ada hal yang perlu ditahan keberadaanya,

Karna setiap hal pasti punya masanya tersendiri.

Cukup jaga dan hargai apa yang ada saat ini

Dia, rumah, kebahagiaan, kesedihan, kehangatan suasana keluarga, bahkan pendirian yang belum juga menemukan sebagian jati dirinya.

Biarkan yang mengalir, amati semua perubahan, nikmati kesedihan-nya.

Karna semua ada masa-nya, biarkan semesta mengatur urusan-nya.



Jadi, apa kabar kamu malam ini?

Selasa, 29 September 2020

Angkat Tangan

Kebebasan adalah hak segala bangsa,

Bukan hak segala manusia.

Khususnya manusia yang masih dibawah tanggungan orang tua.

Mau apa, mau apa?

Baik saya turuti selagi saya bisa


Tahan napas, angkat bahu

Untuk ambil sikap seolah saya ini kuat


Mengorientasikan kebahagiaan saya ada apa pada kebahagiaan kalian, 

Dengan menganut tanpa membantah,

Menganut tanpa mengeluh.

Saya ditempa untuk kuat lahir utamanya batin.

Baik,terimakasih banyak

Aturan hidup dunia saya,bukan lagi kendali saya.

Terserah. I'll do best for everything. 

Thanks a lott.



*jangan dibanting, mudah pecah


Rabu, 29 Juli 2020

Maladaptive Daydreaming

Maladaptive Daydreaming

Begitu asingnya istilah ini. 
Pun begitu saya pada awalnya.
Belajar memahami istilah ini, seperti perlahan saya memahami diri saya sendiri.

Hmm tiba-tiba tenang datang menghampiri, usai baca beberapa artikel di google dari para blogger yang bisa dibilang orang asing bagi saya.

'Oh akhirnya saya tidak sendiri'. Kata saya

Sebut saja MD.
Melihat keakraban saya dengan istilah ini saya merasa jadi pakar psikologi hebat. Hahaha becanda..

Memberikan efek ketenangan sekaligus kemurungan, hidup saya jadi bergantung pada MD. Terkutuk.

Tahun demi tahun saya menikmatinya dengan rasa nikmat yang dibarengi rasa penat.

Waktu si jenuh ternyata sudah tiba, saya harus berubah.
Walaupun sudah terbaca melakukanya pasti butuh extra power.

Apa daya, masa iya harus diam terus menerus menerima kalau saya dibilang gila?

Have a good day!

Merasa aneh dikehidupan yang terbilang normal, merupakan hal aneh yang saya sendiri bingung bagaimana menjelaskan-nya

Apakah normal? Menahan diri dari apa yang kita ingin menjadi? Saya gak tau

Stay calm, saya tau batas.
Namun saya gak tau hampirkah saya mencapai batas tsb. Atau bahkan saya sudah melewatinya.

Mewanti-wanti diri sendiri, untuk
'Hei! Jangan lelah berkaca,sadari siapa kamu dan mana batasanmu!'
Begitu gumam hati saya.

Pegangan saya kini hanya keyakinan yang entah sampai kapan saya yakin atas keyakinan ini.

Semoga Allah menjaga ke-istiqamahan saya untuk terus mengagungkan namanya disepanjang hidup saya.

Amin...

Memuat Data Ulang

Aku macet ‎Balik ke arus lama, hampir ‎Terpengaruh suram milik sendiri ‎Perasaan suram ‎Ketidakpuasan ‎Kehausan ‎Keserakahan ‎ ‎Hamp...

Coba baca yang lain